您的当前位置:首页 > teknologi > DUNIABETT Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah 正文
时间:2026-04-04 12:29:48 来源:网络整理 编辑:teknologi
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 23 pemain mendapatkan kartu merah setelah terjadi perkelahian massal ant DUNIABETT
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 23 pemain mendapatkan kartu merah setelah terjadi perkelahian massal antara Cruzeiro melawan Atletico Mineiro,DUNIABETT pada final kejuaraan negara bagian (Campeonato) Mineiro, Belo Horizonte, Senin WIB, demikian dikutip dari BBC.
Cruzeiro keluar menjadi pemenang berkat gol semata wayang yang dibukukan Kaio Jorge untuk membawa mereka menang 1-0. Tim yang diasuh mantan pelatih timnas Brasil, Tite, itu menjadi juara negara bagian Minas Gerais untuk pertama kalinya sejak 2019.
Namun pertandingan itu ternoda oleh keributan hebat pada fase akhir laga, yang memaksa petugas keamanan dan polisi militer turun tangan mengendalikan situasi. Keributan itu kemudian berujung pada diberikannya kartu merah kepada 23 pemain secara retrospektif.
Pangkal keributan terjadi saat kiper Atletico Everson mendorong gelandang Cruzeiro, Christian, hingga terjatuh, setelah kedua pemain itu bertubrukan saat mengejar bola. Sang kiper kemudian menekan Christian dengan lututnya.
Rekan-rekan setim Christian segera mengejar Everson dan mendorong kiper tersebut hingga mengenai tiang gawang. Hal itu lantas memicu keributan lebih luas ketika pemain lain ikut terlibat.
Wasit Matheus Delgado Candancan dilaporkan tidak memberikan kartu merah saat pertandingan berlangsung. Namun dikutip dari media Brasil, Globo, dilaporkan bahwa 23 pemain akhirnya diganjar kartu merah setelah pertandingan, karena wasit tidak dapat memperlihatkan kartu saat keributan terjadi.
Tercatat ada 12 pemain Cruzeiro yang mendapat kartu merah, termasuk Kaio Jorge. Sementara itu 11 pemain Atletico mendapat kartu merah, termasuk mantan bek Atletico Madrid dan Nottingham Forest, Renan Lodi.
Meski sangat banyak kartu merah yang diberikan wasit pada pertandingan kompetisi Brasil itu, namun rekor kartu merah terbanyak dalam satu laga sepak bola senior masih dipegang oleh pertandingan divisi kelima Argentina antara Atletico Clayploe dan Victoriano Arenas pada 2011.
Pada pertandingan itu, 36 pemain yang terlibat diusir keluar lapangan sebagai konsekuensi dari perkelahian massal.
Baik Atletico maupun Cruzeiro sama sekali belum meraih kemenangan dari empat pertandingan awal musim Liga Brasil Serie A musim ini. Atletico tercatat berada di posisi ke-17, sedangkan Cruzeiro menghuni posisi ke-19 di klasemen sementara.
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Persija tegaskan tak ada niat diskriminatif terhadap Borneo2026-04-04 11:23
Pelatih Persebaya puji mental pemain usai tahan imbang Persib2026-04-04 11:22
Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 20262026-04-04 11:15
Beckham Putra doakan Febri Hariyadi segera pulih dari cedera2026-04-04 10:58
Chivu: Inter Milan seharusnya bisa lebih baik kontra AC Milan2026-04-04 10:43
Donny Warmerdam senang kembali bermain setelah cedera lama2026-04-04 10:28
Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 20262026-04-04 10:25
Absen lawan Borneo, pelatih ungkap Mauro Zijlstra alami cedera paha2026-04-04 10:22
Pelatih PSIM puji semangat juang timnya saat hadapi Semen Padang2026-04-04 10:12
Nova Arianto panggil 28 pemain untuk ikuti TC timnas U2026-04-04 09:52
Bhayangkara FC petik empat kemenangan beruntun2026-04-04 12:22
Beckham Putra doakan Febri Hariyadi segera pulih dari cedera2026-04-04 12:18
Beckham Putra doakan Febri Hariyadi segera pulih dari cedera2026-04-04 11:44
Persita Tangerang bidik poin penuh ketika jamu Madura United2026-04-04 11:32
Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah2026-04-04 11:29
Persita perpanjang penderitaan Madura United dengan kemenangan 42026-04-04 10:36
Hendri Susilo: Kami optimistis raih poin di kandang Madura United2026-04-04 10:31
Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija2026-04-04 10:01
Nova Arianto selaraskan filosofi timnas U2026-04-04 09:55
Persija Jakarta gandeng VIDA untuk digitalisasi proses administrasi2026-04-04 09:48